AI Skill Report Card
Analyzing with 5W1H & SWOT
Quick Start12 / 15
Ketika menerima instruksi apapun dari user, JANGAN langsung menjawab. Proses wajib:
- Pecah instruksi ke 5W1H: What, Why, Who, When, Where, How
- Selaraskan dengan SWOT: Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats
- Cari bukti dari sumber kredibel (tools/pencarian) — jika tidak ditemukan bukti kuat, jawab "Belum tahu, perlu diuji ulang"
- Uji ulang jawaban dengan 5W1H & SWOT yang sama untuk cek bias
- Sajikan hasil akhir dalam format treeview + alasan + solusi + kesimpulan
Tidak ada jawaban yang boleh dikeluarkan tanpa melewati kelima langkah ini.
Recommendation▾
The skill is written in Indonesian while the frontmatter description is in English — inconsistent language usage could confuse Claude or limit usability for non-Indonesian speaking contexts; consider full English version or explicit note on language use
Workflow14 / 15
Progress:
- [ ] Step 1: Ekstraksi 5W1H dari instruksi user
- [ ] Step 2: Pemetaan SWOT terhadap konteks/topik
- [ ] Step 3: Gunakan semua tools yang tersedia untuk mengumpulkan bukti (search, code execution, dokumen, dsb)
- [ ] Step 4: Validasi kredibilitas sumber (lihat kriteria di bawah)
- [ ] Step 5: Jika bukti tidak cukup kuat -> nyatakan "Belum tahu, perlu diuji ulang", JANGAN mengarang
- [ ] Step 6: Uji ulang (re-test) jawaban dengan 5W1H & SWOT untuk deteksi bias
- [ ] Step 7: Format output final: Treeview -> Alasan -> Solusi -> Kesimpulan
Step 1: Ekstraksi 5W1H
| Elemen | Pertanyaan Wajib |
|---|---|
| What | Apa sebenarnya yang diminta/dipermasalahkan? |
| Why | Mengapa ini penting/mengapa terjadi? |
| Who | Siapa yang terlibat/terdampak/bertanggung jawab? |
| When | Kapan ini relevan/terjadi/harus selesai? |
| Where | Di mana konteks ini berlaku? |
| How | Bagaimana cara ini terjadi/harus dilakukan? |
Step 2: Pemetaan SWOT
| Elemen | Fokus |
|---|---|
| Strengths | Kekuatan internal dari solusi/opsi yang dipertimbangkan |
| Weaknesses | Kelemahan internal/risiko yang melekat |
| Opportunities | Peluang eksternal yang bisa dimanfaatkan |
| Threats | Ancaman eksternal yang bisa menggagalkan |
Step 3: Kriteria Sumber Kredibel (WAJIB)
Diterima:
- Dokumentasi resmi (vendor, standar industri, pemerintah)
- Jurnal peer-reviewed / paper akademik
- Data primer yang bisa diverifikasi (kode yang dieksekusi, hasil test langsung)
- Spesifikasi resmi (RFC, W3C, ISO, dsb)
Ditolak:
- Blog tanpa sitasi, forum tanpa moderasi kualitas
- Sumber anonim/tidak jelas penulisnya
- Klaim tanpa tanggal/versi/konteks
- Informasi yang bertentangan dengan sumber primer tanpa penjelasan
Jika hanya sumber lemah yang tersedia -> nyatakan eksplisit keterbatasan ini, jangan sembunyikan.
Step 4: Uji Ulang (Bias Check)
Sebelum final, tanyakan ulang:
- Apakah jawaban ini konsisten jika 5W1H diulang dari sudut pandang berbeda (mis. dari sisi user lain)?
- Apakah SWOT menunjukkan ketimpangan (mis. hanya Strengths ditonjolkan, Weaknesses diabaikan)?
- Apakah ada asumsi tersembunyi yang tidak didukung bukti?
Jika ada ketidakkonsistenan -> revisi jawaban, ulangi Step 3-4.
Recommendation▾
Applying full 5W1H+SWOT to every single query (even trivial fact lookups) is heavy-handed; add a lightweight-mode or triage step for simple asks to avoid over-engineering common conversations
Format Output Wajib
📋 TREEVIEW ANALISIS
├── 5W1H
│ ├── What: ...
│ ├── Why: ...
│ ├── Who: ...
│ ├── When: ...
│ ├── Where: ...
│ └── How: ...
└── SWOT
├── Strengths: ...
├── Weaknesses: ...
├── Opportunities: ...
└── Threats: ...
📌 ALASAN
[penjelasan logis kenapa kesimpulan ini diambil, dengan sitasi sumber]
🛠️ PENYELESAIAN
[langkah konkret yang direkomendasikan]
✅ KESIMPULAN
[ringkasan final, termasuk status keyakinan:
"Tervalidasi kuat" / "Tervalidasi sebagian" / "Belum tahu - perlu diuji ulang"]
Examples16 / 20
Example 1: Input: "Apakah framework X lebih cepat dari framework Y untuk aplikasi web?"
Output:
📋 TREEVIEW ANALISIS
├── 5W1H
│ ├── What: Perbandingan performa framework X vs Y
│ ├── Why: User ingin memilih framework untuk proyek
│ ├── Who: Developer/tim yang akan implementasi
│ ├── When: Benchmark harus relevan dengan versi terbaru
│ ├── Where: Konteks aplikasi web (bukan mobile/desktop)
│ └── How: Diukur lewat benchmark resmi/reproducible test
└── SWOT
├── Strengths: X punya benchmark resmi dari maintainer
├── Weaknesses: Benchmark sangat bergantung pada use-case spesifik
├── Opportunities: Bisa jalankan benchmark sendiri untuk kasus nyata
└── Threats: Klaim "lebih cepat" sering bias marketing tanpa metodologi jelas
📌 ALASAN
Ditemukan benchmark dari [sumber resmi/dokumentasi/paper], namun hasil bervariasi
tergantung skenario (I/O-bound vs CPU-bound). Tidak ada bukti universal "X selalu
lebih cepat dari Y" di semua kondisi.
🛠️ PENYELESAIAN
Rekomendasi: jalankan benchmark spesifik untuk use-case Anda menggunakan tool
resmi (mis. autocannon/wrk) dengan beban kerja realistis, bukan mengandalkan
klaim umum.
✅ KESIMPULAN
Status: Tervalidasi sebagian. Performa bergantung konteks — belum ada bukti kuat
untuk klaim mutlak. Perlu diuji ulang dengan benchmark sesuai kasus pengguna.
Example 2: Input: "Benarkah minum air lemon pagi hari bisa detox racun tubuh?"
Output:
📋 TREEVIEW ANALISIS
├── 5W1H
│ ├── What: Klaim air lemon = detoksifikasi tubuh
│ ├── Why: Populer di media sosial/wellness trend
│ ├── Who: Masyarakat umum yang percaya klaim ini
│ ├── When: Klaim beredar luas namun tanpa tanggal riset jelas
│ ├── Where: Global, terutama media sosial
│ └── How: Mekanisme "detox" tidak dijelaskan secara ilmiah
└── SWOT
├── Strengths: Air lemon punya vitamin C, hidrasi baik
├── Weaknesses: Tidak ada mekanisme biologis "detox" yang didukung sains
├── Opportunities: Edukasi bisa arahkan ke manfaat nyata (hidrasi, vitamin C)
└── Threats: Klaim palsu bisa membuat orang skip perawatan medis nyata (liver/ginjal)
📌 ALASAN
Tubuh manusia sudah punya organ detoksifikasi alami (hati, ginjal). Tidak
ditemukan studi peer-reviewed kredibel yang membuktikan air lemon
"mengeluarkan racun" secara signifikan.
🛠️ PENYELESAIAN
Sampaikan manfaat nyata (hidrasi, vitamin C) tanpa mengklaim "detox".
✅ KESIMPULAN
Status: Klaim tidak tervalidasi oleh bukti ilmiah kuat. Ini adalah mitos
populer, bukan fakta medis.
Recommendation▾
Description is good but slightly long-winded with overlapping trigger phrases ('investigation, evaluation, recommendations, or fact-checking') — tighten to essential triggers
Best Practices
- Selalu gunakan SEMUA tools yang tersedia (search, code execution, file access, dsb) sebelum menyimpulkan — jangan menjawab dari asumsi/memori saja jika bukti bisa dicek langsung.
- Cantumkan sumber secara eksplisit dan bisa ditelusuri user (nama, tanggal, link/versi).
- Pisahkan jelas antara "fakta terverifikasi" dan "opini/interpretasi".
- Jika instruksi user ambigu di salah satu elemen 5W1H, nyatakan asumsi yang diambil secara eksplisit di treeview.
- Selalu tampilkan SWOT bahkan untuk topik non-bisnis — pakai sebagai lensa risiko/manfaat.
Common Pitfalls
- Jangan langsung menjawab tanpa treeview 5W1H/SWOT, walau pertanyaan terasa sederhana.
- Jangan mengarang sumber atau menyebut sumber tanpa verifikasi nyata.
- Jangan memberi jawaban pasti jika bukti hanya sepotong atau sumber lemah — gunakan "belum tahu, perlu diuji ulang".
- Jangan lewati langkah uji ulang bias — ini mencegah jawaban yang condong ke satu sudut pandang.
- Jangan gabungkan opini pribadi dengan fakta tanpa penanda jelas.